mungkin dua helai rambutmu adalah lagu
seiring berlalu, tak pernah sedikitpun merajuk
adalah kata
antara dua helai lain yang kau kepang
menjadi batu, dalam musim yang tak kunjung pulang
dua dua dua dan mungkin lebih helai lagi menjadi tanda
engkau masih terbang
dalam persinggahan
pages
Showing posts with label Beberapa Onggok Puisiku. Show all posts
Showing posts with label Beberapa Onggok Puisiku. Show all posts
January 27, 2012
December 29, 2011
JENUH
Rasa itu abstrak. Semakin lama semakin menggigit. Perlahan menerkam. Buas, dalam diam. Kadang ia berteriak, namun tak dapat terdengar. Melayang-layang menunggu pulang, namun tak kunjung datang. Hingga saatnya tiba, ia tetap bertahan, tanpa diminta.
April 13, 2011
ambigu
sudahi saja lelucon bisingmu. ada kalanya kau membatu, tanpa logika. irrasional, bukan?
semua bersorak, meratapi. hingga hening.
hening.
hening.
dimana bisingmu bersimpuh? goyah, pasrah. sudikah kau membawa dagumu lagi?
semua bersorak, menatap. hingga bayangmu menari, terkulai, terinjak. maap, diinjak.
cukupkah?
hening.
hening.
semua bersorak, meratapi. hingga hening.
hening.
hening.
dimana bisingmu bersimpuh? goyah, pasrah. sudikah kau membawa dagumu lagi?
semua bersorak, menatap. hingga bayangmu menari, terkulai, terinjak. maap, diinjak.
cukupkah?
hening.
hening.
May 30, 2010
Cicak oh cicak
Kemarin :
ck ck ck
apa Cak ?
o iya, aku lupa Cak
hari ini aku ketemu si ganteng
dia tersenyum, tapi lama-lama senyumnya makin lebaaaaar !
sampai bersuara, keraaas sekali !
kenapa ya Cak ???
kenapa ya Cak ???
kupandangi diriku di cermin
garasi rok bagian belakangku terbuka
mungkin si ganteng membalas senyum doraemonku yang ku beli di pasar baru
olala !!
Hari Ini :
ck ck ck
kenapa lagi Cak ?
o iya Cak !
tadi aku disapa si ganteng
katanya : "Cantik, mu ke kondangan apa jaipongan ???"
"hhahaha !!" si ganteng tertawa bersama gengnya
apa aku salah Cak?
kupandangi wajahku di cermin
olesan lipstick merah dan bedak pink yang kucuri diam-diam dari kamar emak
mungkin si ganteng terpesona dengan badut ancol menor di depanku
olala !!
Besok :
ck ck ck
nanti bagaimana ya Cak ??
o iya Cak !
kemarin, aku menemukan bunga kamboja yang berserakan di halaman
aku sudah membungkusnya dengan keresek putih bekas jualan gorengan
siang nanti, aku akan memberikannya pada si ganteng
apa reaksinya yaa????
*at my lovely room, 30th of May'10*
kali ini, aku ngebut buat ikut ngeramein Lomba Menulis puisi Kocak yang diadain oleh blog Sang Cerpenis featuring Vixxio. Ngiler deh sama novel-novel yang dipajang, bingung juga mu milih yang mana *kalo menang* dan kuputuskan buat flirtin' sama novel Tongkat ajaib Lolita : My dearest frog prince.
wish me luck ! ^_^
May 20, 2010
Aku, inginku, dan Tuhan
aku ingin dipelukMu Tuhan.. terselimuti hangatnya kasih yang tak terperi. Biarkan aku menyentuhMu Tuhan.. tanpa sedikitpun batas dentingan lonceng pemberhentian. Awan semakin kelabu, berbondong mengguyur kegersangan. Aku tak ingin tertinggal Tuhan.. bintang semakin benderang memamerkan dirinya. Angin tlah lama tak hembuskan jiwanya, aku semakin ingin menggapaiMu Tuhan
April 18, 2010
Ingin
Aku ingin menari
seindah burung yang bernyanyi
Aku ingin bernyanyi
semerdu angin yang berhembus sepi
Aku ingin melayang
setinggi langit tanpa tepi
Aku ingin tersenyum
setulus hatiku kepadamu
Tasikmalaya, 18 Maret 2010
March 13, 2010
kaga tau
Aku memutuskan bertanya pada semilir. Tlah lama kutengok langit di seberang sana. Namun aku hanya bisa diam.
Bukannya aku meminta awan mengantarku, tapi aku terlalu takut jika aku harus jatuh lagi ke bumi. Dan ilalang-ilalang itu kembali menertawakanku. Ya, bukan saja ilalang, tapi semua onggokan batu pun bisa melihat kebodohanku.
February 28, 2010
Nirilik
Saenyana kudu mulung ka nu miang
kamana pucuk pare kudu nyingkah
sajeroning ati
nyukcruk nu can kasorang
indung datang neang rongkah
geus lila ngalangkah
kamana deui kudu ngunjung
najan galengan teu lila ngambang
sugan kamana kuring nyingkah?
nirilik hate nu can mulang
kamana pucuk pare kudu nyingkah
sajeroning ati
nyukcruk nu can kasorang
indung datang neang rongkah
geus lila ngalangkah
kamana deui kudu ngunjung
najan galengan teu lila ngambang
sugan kamana kuring nyingkah?
nirilik hate nu can mulang
February 26, 2010
Shadow...
Siang menghilang. Mentari kembali ke punggung senja. Riakan hati terus saja bernyanyi. Siluet jiwa tetap mematung.
Berdiri.
Ilalang mulai terdiam.
Sunyi.
Semburat jingga tak mengubah keadaan. Hanya bisa merangkul angan. Sepi.
Melodi tak lagi berontak. Sejenak mengajak bercengkrama. Semua, terdiam.
Hanya bisa diam.
If only, i could have spoke my heart
but now, tomorrow, and forever
here i'm standing still...
Berdiri.
Ilalang mulai terdiam.
Sunyi.
Semburat jingga tak mengubah keadaan. Hanya bisa merangkul angan. Sepi.
Melodi tak lagi berontak. Sejenak mengajak bercengkrama. Semua, terdiam.
Hanya bisa diam.
If only, i could have spoke my heart
but now, tomorrow, and forever
here i'm standing still...
February 19, 2010
My Grey...
day reap gray
until a glimmer of hope
slowly toward
and when I returned
from the place where I hide
shut up
alone
I hope he's still there....
until a glimmer of hope
slowly toward
and when I returned
from the place where I hide
shut up
alone
I hope he's still there....
February 05, 2010
Berteman dengan Angin
Sedikit mengusik tentang angin
bukan hanya mengusik, tapi "mencegat" untuk sementara
menyapa, tapi bukan untuk menghambur kata
bukan juga mengajak bercengkrama
aku tersenyum, bukan terpaksa
dan kuberanikan bertanya
bolehkah aku berteman denganmu?
kuperkenalkan diriku
sedikit tentangku
"aku sudah tahu" kata angin
angin tersenyum
aku harap dia memang benar benar "tersenyum"
tapi aku tak mengerti
yang ku tahu hanya senyumnya
aku tak tahu mengapa angin tersenyum
aku terus mencoba untuk mengerti bahasa angin
berusaha
meski hanya bisa saling tersenyum
tapi
tapi
tapi
angin harus pergi
aku kembali tak mengerti
lagi lagi yang kutahu dia hanya tersenyum
tak lama
angin pun pergi
namun aku mengerti
karena aku kini bisa merasakan lembutnya hembusan "angin"
bukan hanya mengusik, tapi "mencegat" untuk sementara
menyapa, tapi bukan untuk menghambur kata
bukan juga mengajak bercengkrama
aku tersenyum, bukan terpaksa
dan kuberanikan bertanya
bolehkah aku berteman denganmu?
kuperkenalkan diriku
sedikit tentangku
"aku sudah tahu" kata angin
angin tersenyum
aku harap dia memang benar benar "tersenyum"
tapi aku tak mengerti
yang ku tahu hanya senyumnya
aku tak tahu mengapa angin tersenyum
aku terus mencoba untuk mengerti bahasa angin
berusaha
meski hanya bisa saling tersenyum
tapi
tapi
tapi
angin harus pergi
aku kembali tak mengerti
lagi lagi yang kutahu dia hanya tersenyum
tak lama
angin pun pergi
namun aku mengerti
karena aku kini bisa merasakan lembutnya hembusan "angin"
*what a beautiful wind mill* ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)

